domingo, 10 de janeiro de 2016

Puisi cintaku




Puisi cintaku (I)


Dirimu hadir dalam kesepianku 
wajahmu nan manis mengepak hatiku
mmimpiku terbang dalam angang-angang indahku.
Hasratku meronta-ronta bagaikan pengembara 
Di tengah padang passir yang haus akan air. 

Kau, bagiku, bagaikan air kehidupan.
Bila kau tak hadir dalam hidupku saat ini
maka aku akan berteriak namamu dalam jiwaku.
Aku hanya berharap 
dalam jiwamupun kau meyahut panggilanku. 

Bila juga kau tak menyahut 

dan pintu hatimu tertutup rapat
maka aku sebaiknya berlari
menerjang gulungan ombak yang menghalang
dan berteriak menjerit pada-Mu, Tuhan 
dan bertanya: Mengapa Engkau membawakan hatiku bertemu belahan jiwaku? Sedangkan belahan jiwaku cuek bebek bagaikan bebek yang mengepas air dan tak menghiraukan bila ada hati yang sedang jatuh hati? 
Tapi bila Engkau ya, Tuhan juga diam dalam kesunyian-Mu yang nan    mulia. Aku sebaiknya berlari merana dalam kesunyian hatiku mengejar anggan-angganku yang kosong
Dan kembali ke kesendirianku seperti semula
bagaikan seorang prajurit yang kalah perang
tertunduk malu, lesuh, letih 
dan menyerah pada nasib cintaku. 

Tapi aku sebaiknya tidak menyerah pada nasib buruk itu.
Aku harus berjuang bagaikan kesatria 
atau bahkan sebagai Pangeran 
yang berjuang dengan segala cara
dan dengan segala usaha 
dan bahkan sampai titik darah penghabisan.
Bila maut datang menjemput aku sekalipun
paling tidak sebelum rohku melambaikan tanggan pada tubuhku, aku ingin sekali berbisik ditelinganya: I love you so much.

Puisi cintaku (II)

Ketika mata kita saling bertatapan
jantungku berdebar 
dan ada suatu kebahagian
yang terasa dalam jiwaku
apakah ini tanda aku sedang jatuh cinta?

Bila begitu mengapa aku harus diam?
Mengapa tidak aku tembak saja dirimu? Inilah kata-kata yang aku pikirkan waktu pertama kali aku melihatmu di Santo Yoseph di tahun 1998.

Aku bertanya pada sang rembulang
yang tersenyum manis diatas sana
namun ia diam membisu tak menjawab.
Mungkin saja ia yang tahu isi hatiku
hanya bisa tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata
karena lidahnya keseleo, tercengang, melihat indahnya manusia jatuh cinta. Namun hatiku memberontak menginginkan suatu jawaban atas suatu perasaan yang sedang aku rasakan ini.

Aku kembali menunduk berjalan
mencari-cari didalam kerumunan orang 
bila ada orang yang bisa memberi aku jawaban.

Ketika aku ikut diam didalam kesunyian alam
aku mendengar hatiku berkata: “Bila kau sungguh mencintanya
kau harus banyak berdiam juga
dan biarlah ia yang akan menemukan 
bila cintanya ada dalam dirimu atau tidak
karena pada dasarnya jodoh itu
adalah nasib dan nasib itu ada kalanya 
udah di atur yang di Atas sana.Tapi suara hatiku yang lain juga berkata: kau harus berjuang mempertahan pernikahan sucimu itu, Hercus. Ini bukan lagi mengenai jodoh atau tidak jodoh. Tapi meyangkut keselamatan pernikahan suci kau ikrarkan dihadapan Tuhan Allah Bapa, Putra dan Roho Kudus. Katanya keluarga istrimu itu sanggat katolik sekali, kalau memang demikian  pasti mereka akan mempertahankan pernikahan kalian.Karena dalam injil tertulis: Apa yang dipersatukan oleh Tuhan tidak bisa diceraikan oleh manusia.
Aku banyak merenungk kkemanakah nasib cintaku akan dibawah?


Puisi cintaku (III)

Tetapi            aku tidak mau       berpasrah pada          nasib.  Karene nasib                                     itu harus di bentuk. Bagaikan          periuk-periuk tanah liat                            yang dibentuk indah oleh                    tangan-tangan            para                 petani    desa. Dan         cinta               yang                 aku                 rasakan                     ini. Aku                    ingin                                   untuk              membentuknya menjadi lebih    indah  dari hasil karya para petani-petani itu.
Andaikan             cintaku                 bagaikan                lukisan maka         aku             ingin melukis              cintaku           lebih            indah dari              lukisan                yang                 paling              indah bahkan       yang pernah      dihasilkan dari   tanggan Mikael Angelo     sekalipun      juga. Aku    ingin     membentuk      cintaku      entah sama     dengan cintanya
                                                   Romeo & Juliet
                                                             Brahmana & Sinta
                                             Ataupun
                                                                      Tristan & Isolde
                                        Bahkan munking sama dengan
                                                                Santo Valentim dan Astérias
Kebutaan Astérias bisa disembuhkan dengan cinta Santo Valentim. Maka   kiranya   segala   rintangan kami    bisa     hancur     oleh kekuatan    cinta yang     ada      pada      kami   yang    menyatukan    kami. Tapi  aku juga sadar  bila cinta itu jangan       hanya      bertepuk            sebelah tanggan harus dua! Dua tangan bertepuk. Namun tepukannya         jangan seperti         penontong bola kaki yang bertepuk         tidak teratur         dan            tak berima. Terdengar                  gaduh                  dan               membosangkan. Aku            ingin     tepukan     cinta kami harus         indah dan berima yang dihasilkan oleh           satu jiwa            dan satu napas kami. Bagaikan     musiknya                  Bethoven yang              dihasilkan           oleh mata jiwanya bukan           mata raganya                   yang butan itu. Karena        segala sesuatu yang      dihasilkan oleh jiwa adalah sempurna dalam                                       ketidaksempurnaan manusia.
Aku    ingin   menciptakan     cinta kami dari     yang tidak sempurna   menjadi sempurna dalam  
                                                                   
KESETIAN

karena kesetianlah             dan hanya kesetianlah             yang menyempurnakan cinta kedua ingsang manusia                yang tidak sempurna menjadi sempurna. Dan  bila     saja      aku  tahu ajal      akan  tiba  aku  ingin            memohon  pada Tuhan agar malakaitnya    mengambil     nyawa   kita di hari      yang sama agar    bila tubuhku masuk ke liang lahat       aku akan tetap memeluk dirimu yang adalah cintaku yang tidak  sempurna   menjadi    sempurna      akan       kesetianku     yang telah aku janjikan                      di  Fátima dan di  Gereja dalam sakramen pernikahan yang kudus.
Tapi aku kwatir bila diammu itu akan membawa malapetaka bagi kita semua. Mungkinkah? Semuanya ada didalam tanggan Tuhan, dirimu dan keluargamu.

Aku berharap semoga saja tidak! Dan kau mau mengatakan sesuatu padaku saat ini juga.Sebelum nasi menjadi bubur. Sebelum air mata tak pantas berlinang. Sebelum penyesalan datang terlambat. Sebelum kemauan baik masih ada. Sebelum sinar harapan masih terang. Karena bila sinar itu redup dan mati cerita cinta kitapun akan berubah tragis dan meyedihkan. Keputusan ada di tangganmu. Bila kau putuskan kembali, demi janjiku dan demi Sakramen Mahakudus, aku siap memaafkanmu. Bila kau putuskan tidak kembali. Itu juga hakmu. Dan aku akan membutktikan saja padamu dan pada semua orang ternyata aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan. Maka saat ini aku berpikir akan dua hal keputusan ada di tangganmu dan bila kau berpikir untuk tidak kemabli padaku karena aku bodoh seperti bisikan orang-orang ditelingamu dan menhancurkan hidpuku maka pembuktian ada ditangganku.Aku hanya ingin menununjukan padamu bahwa ternyata kau dan mereka salah menilaiku. Aku tidak sebodoh yang kalian pikirkan.

terça-feira, 5 de janeiro de 2016

O meu casamento para Procuradoria Distrital de Dili

Dili, 4 de Janeiro de 2016
Exmº  Chefe Procuradoria Distrital de Dili

Eu, Hercus Pereira dos Santos, cônjuge da Zélia do Rego dos Santos (O nosso casamento é católico. Está em anexo o nosso certidão de casamento católico, certidão de casamento do estado da RDTL, e outros documentos relevantes da Zélia do Rego dos Santos como o cartão eleitoral, o bilhete da identidade, o passaporte da Zélia do Rego dos Santos e os meus documentos como o cartão eleitoral e o passaporte timorense caducado e bilhete de identidade de Timor-Leste), venho por este meio nos termos do artigo 1475 e seguintes do Código Civil de Timor-Leste, e para salvaguardar os meus interesses, pedir ao Procurador Distrital de Dili como órgão do Ministério Público, para não autorizar o casamento civil ou barlaqueado incluindo para não autorizar o casamento putativo da Zélia do Rego dos Santos seja onde for, dentro ou fora do território de Timor-Leste, enquanto o nosso casamento ainda não for dissolvido ou se Zélia do Rego dos Santos já fez casamento civil ou barlaqueado ou casamento putativo com outro homem então peço para anular esse tal casamento.  Porque o nosso casamento ainda não é dissolvido. Faço esse pedido ao Ministério Publico nos termos do artigo 1525 número 1 do nosso Código Civil.
Eu gostaria de vos relembrar que o artigo 1490 do nosso Código Civil que fala sobre impedimentos dirimente absoluto. Um dos impedimentos dirimente absolutos quando como na alínea C diz que o casamento anterior não dissolvido, católico ou civil, ou barlaqueado monogâmico, ainda que o respectivo assento não tenha sido lavrado no registo do estado civil.
Por isso, enquanto o nosso casamento ainda não for dissolvido, eu ainda tenho legítimo direito para pedir anulação de qualquer tipo do casamento da minha legítima esposa Zélia do Rego dos Santos com outro homem e para não autorizar qualquer tipo de casamento da Zélia do Rego dos Santos com outro homem. E se a lei de Timor-Leste proíbe a união de facto de uma cônjuge casada com outro homem e então peço também para aplicar essa proibição para a minha esposa Zélia do Rego dos Santos.
Como cidadão de um país de Direito como Timor-Leste, eu espero que posso usufruir a protecção dos meus direitos protegidos pela Constituição de Timor-Leste e pelo Código Civil de Timor-Leste e outros sistemas jurídicos estaduais e também sistema jurídico universal em que Timor-Leste ratifica.
Como cidadão simples eu não domino bem as leis de Timor-Leste e cabe ao Ministério Público interpretar e aplicar melhor as leis de Timor-Leste que correspondem ao meu pedido.
Eu gostaria que o publico saiba desse assunto e então vou pôr também no meu blog: http://hercus.blogspot.com/.
Tenho aqui o meu contacto: 75502760 ou 76094252.
Agradeço desde já a Vossa atenção.

Os meus melhores cumprimentos,

Hercus Pereira dos Santos

Com conhecimento:

1.       Diocese de Dili
2.       Registo e Notariado Distrito de Dili
3.       Embaixada de Portugal em Dili
4.       Defensoria Publica

5.       Zélia do Rego dos Santos

quarta-feira, 18 de novembro de 2015

Hau nia prinsípiu balu ba moris



Uluk iha família militar indonesia (milsas) balu nia oin hau dehan ba sira katak biar imi oho tiha hau moos Timor ukun an nafatin. Liutiha referêndum iha militar indonesia nia leet hau dehan katak imi lalika mehi atu ukun tan Timor. Mas molok hau dehan hanesan ne hau dehan katak se imi hanoin atu oho hau nia ran sei babeur imi nia jerasaun sira hotu. Hau la hatene sira tauk hau nia amesa ho sira respeita hau no sira la halo buat at ida kontra hau.
Iha Santo Yoseph iha 2000 hau coret Atata nia foto. Amu Edu hirus la halimar. Nia haruka estudante hotu-hotu husi kelas 1 to’o kelas 3 (karik hau nia fen mos ba forma hotu tanba iha momento neba nia kelas 2) sai ba forma hotu iha lapangan bola volli. Amu Edu hirus la halimar ko’alia mesak siak deit no lori dehan katak ne’e pasti laos anak kelas 3 maka halo. Ne pasti anak kelas 1 ho 2 maka halo. Amu Edu dehan nia fiar tebes katak laos anak kelas 3. Nia koalai barak-barak tan nakonu ho lian ameasa no terror mental. Depois nia husu agora hau husu se maka coret Atata nia foto foti liman. Iha momento neba tanba ami kelas 3 hau termasuk ain aas hau hamrik iha kotuk. Hau foti liman no estudante hotu-hotu hateke mai hau. Mas hau tenki brani jujur lori dehan katak hau maka halo duni. Hau hanoin Amu Edu baku mate tiha hau mos hau tenki jujur. Hau la bele halai ses husi hau nia responsabilidade. Hau maka halo hau tenki responsabiliza. Amu Edu koalia teror hau nia mental oioin mos hau la tauk. Kuandu nia husu dehan se maka halo hau langsung foti liman dehan hau maka halo.

Hau nia estilu moris. Lalika terror hau nia mental ba buat nebe hau reconhece hau sala. Lalika teror hau nia mental kuandu hau defende buat nebe maka loos. Lalika teror hau nia mental ba buat nebe hau defende tanba hau nian. Mate tiha mos hau sei la tauk. Hau prefere mate defende buat loos no buat nebe hau nian no hau nia direitu duke moris no ema abuja!
Hau nia prinsipiu balu ba moris. Lalika terror hau nia mental ba buat nebe hau reconhece hau sala. Lalika teror hau nia mental kuandu hau defende buat nebe maka loos. Lalika teror hau nia mental ba buat nebe hau defende tanba hau nian. Mate tiha mos hau sei la tauk. Hau prefere mate defende buat loos no buat nebe hau nian no hau nia direitu duke moris no ema abuja!

domingo, 15 de novembro de 2015

Impedimento do casamento




Dili, 6 de Novembro de 2015
Exmº  Dr. Vitor Neto
Responsavel Registo Civil e Notariado Distrital de Dili

Eu, Hercus Pereira dos Santos, cônjuge da Zélia do Rego dos Santos (O nosso casamento é católico. Está em anexo o nosso certidão de casamento católico e outros documentos relevantes da Zélia do Rego dos Santos como o cartão eleitoral, o bilhete da identidade, o passaporte da Zélia do Rego dos Santos e os meus documentos como o cartão eleitoral e o passaporte timorense caducado. Eu ainda não tenho bilhete de identidade de Timor-Leste nem tenho novo passaporte), venho por este meio nos termos do artigo 1475 e seguintes do Código Civil de Timor-Leste, e para salvaguardar os meus interesses, pedir a Vossa Excelência para não autorizar o casamento civil ou barlaqueado incluindo para não autorizar o casamento putativo da Zélia do Rego dos Santos seja onde for, dentro ou fora do território de Timor-Leste, enquanto o nosso casamento ainda não for dissolvido ou se Zélia do Rego dos Santos já fez casamento civil ou barlaqueado ou casamento putativo com outro homem então peço para anular esse tal casamento.  Porque o nosso casamento ainda não é dissolvido.
Eu gostaria de vos relembrar que o artigo 1490 do nosso Código Civil que fala sobre impedimentos dirimente absoluto. Um dos impedimentos dirimente absolutos quando como na alínea C diz que o casamento anterior não dissolvido, católico ou civil, ou barlaqueado monogâmico, ainda que o respectivo assento não tenha sido lavrado no registo do estado civil.
Por isso, enquanto o nosso casamento ainda não for dissolvido, eu ainda tenho legítimo direito para pedir anulação de qualquer tipo do casamento da minha legítima esposa Zélia do Rego dos Santos com outro homem e para não autorizar qualquer tipo de casamento da Zélia do Rego dos Santos com outro homem.
Como cidadão de um país de Direito como Timor-Leste, eu espero que posso usufruir a protecção dos meus direitos protegidos pela Constituição de Timor-Leste e pelo Código Civil de Timor-Leste e outros sistemas jurídicos estaduais e também sistema jurídico universal em que Timor-Leste ratifica.
Agradeço desde já a Vossa atenção.

Os meus melhores cumprimentos,

Hercus Pereira dos Santos

Com conhecimento:
1.       Sua Eminência Nuncio Apostólico em Timor-Leste
2.       Registo e Notariado Nacional de Timor-Leste

3.       Diocese de Dili
4.       Sua Excelência D. Carlos Ximenes Belo
5.       Presidente da Comissão da Função Pública de Timor-Leste
6.       Embaixada de Portugal em Dili
7.       Direcção Nacional da Assessoria Jurídica e Legislação do Ministério da Justiça
8.       Procuradoria Distrital de Dili
9.       Defensória Pública de Timor-Leste
10.   Paroquia de Motael
11.   Paroquia de Balide



Uma nota: Os documentos que estão em anexo, entrego apenas para Registo e Notariado Distrital de Dili, Procuradoria Distrital de Dili e Embaixada de Portugal em Díli. Daqui alguns dias vou entregar também esta carta para Sua Eminência Núncio Apostólico em Timor-Leste.

segunda-feira, 2 de novembro de 2015

Ukun na'in balu iha Funar

Hau ba Funar hau konfirma lista liurai sira iha Funar nebe iha Amu Dom Carlos nia livru Os Antigos Reinos de Timor-Leste no naran sira iha lista ne’e loos hotu katak sira hotu ukun reinu Funar.  Hau nia bisavô Dato Hahik Wain (ho naran sarani Jeremias Hahik Wain) moos ukun reinu Funar bainhira ninia tiun (nia mãe nia alin maka D. João da Cruz) D. João da Cruz hetan kastigu ba Atauro mas rota Liurai nian D. João da Cruz entrega ba Dato Hahik Wain nia maun Nicolau tanba D. João da Cruz la iha oan no D. João da Cruz nia fen husi Vemasse. Kuandu D. João da Cruz kastigu iha Atauro ninia subrinho nain tolu Lo’ok Metan, Dato Jeremias Hahik Wain, Nicolau sira nian tolu ba to’o iha tasi Manatuto lori halo ritual bolu mate bian D. João da Cruz lori ba hakoi iha Funar. Iha ritual bolu mate ne’e tuir lisan rai Funar nian bainhira animal ruma hanesan nehek ou lalar kuandu tur iha mama ou osan mutin nebe se ba matebian entaun ne sinal katak matebian mai ona no bele lori ona ba hakoi iha Funar.

Enkuantu Dato Jeremias ukun la iha legitimidade husi Governador Português karik tanba sei haree nudar sobrinho husi D. João da Cruz. Dato Jeremias nia fen primeiru husi uma lisan Liurai Manelima naran Nae Nahak (sarani bainhira mate ho naran Filomena. Tio Jeca Estevao nia mae maka husu ba mãe nia mãe lori sai madrinha). Dato Jeremias ho Nae Nahak oan lubuk ida. Oan Mane-Boot maka hau nia abo-pai naran Antonio Koli-Leki Ferreira. Koli Leki hanaran tuir ba Nae Nahak nia abo no D. Dinis Malietar nia pai. Tio Jeca Estevao nia abo maka D. Dinis Malietar).

So D. José do Espírito Santo maka hetan legitimidade husi Governador Português bainhira Governador Português bolu nia ba Palácio Governador iha Lahane lori foti nia nudar Liurai ukun reinu Funar. Liurai D. Jose do Espírito Santo iha fen lima (se hau la sala).  Fen nain tolu, ida Dato Jerimias nia prima no rua seluk Dato Jerimias nia subrinha. Subrinha ida naran Bui Wain. Husi Bui Wain iha oan mane ida mate tiha no oan feto rua ida maka mãe nia mãe Felismina dos Reis ho abo desa feto Ilda do Espírito Santo.

Felismina dos Reis kaben fali ho Manuel Boavida (hau nia mãe nia pai) husi uma lisan Liurai Manehi’ak. Ilda do Espírito Santo kaben ho Francisco da Silva husi uma lisan principal ida (uma ne ninia jerasaun lubuk ida iha Laklubar inklui abo Hilário da Silva, Tio Alex ho Ama Li sira nia pai. Uma ne ninia jerasaun ba to moos iha Viqueque hanesan tio Jeca Estêvãe nia fen) hotu iha Funar. Kuandu D. Jose do Espirito Santo mate entrega ukun ba Liurai Anibal do Espirito Santo ho nia ajudante maka Francisco da Silva. Abo Francisco da Silva nia padrinho maka Liurai Antonio Moniz da Silvanudar Liurai Laklubar. Bainhira abo Liurai Anibal do Espírito Santo ba tur iha DPR – Manatuto ukun Funar entrega ba abo Francisco da Silva. Husi abo Francisco depois ba fali tio Lito (mãe nia alin husi uma lisan Liurai Manehi’ak) maka ukun fali Funar husi 1994 to’o Timor ukun an. Depois tio Lito, maun João da Cruz (mãe nia Maun-Boot nia oan Mane-Boot) maka ukun fali Funar. 

Agora ho demokrasia nebe maka makas tebes ona populasaun sira la haree ona ran liurai maka ukun. Agora haree liu ba partido. Partido nebe maka iha influensia populasaun makas maka hetan votos barak maka ukun. Iha parte seluk liurai oan sira moos baruk ukun suku tanba osan la iha. La manan osan. Dato Jerimias nia subrinha ida seluk naran Maria no iha oan lubuk ida. Hau temi deit ona mane ida ho oan feto ida. Oan mane ida naran abo Luis do Espirito Santo hola abo Bernadete Mesquita ran Liurai  (família Mesquita) husi Remexio. Oan feto ida naran Julia Espírito Santo hola Hilário da Silva, D. Geraldo Soares, Liurai Laklubar nia beiaoan ne’ebé maka hein uma lisan D. Geraldo nian. Agora ne abo Julia maka hein tanba abo mane Hilario mate tiha ona. Hola malu entre família sira barak tebes. Hau koalia badak-badak deit. ruma maka iha interesse halo peskiza ne diak liutan tanba Istoria tempu uluk nian komplikadu loos.

terça-feira, 1 de setembro de 2015

Deklarasaun Protesaun ba Zélia



Díli, 2 de Setembro de 2015

Exmº Chefe Procurador Distrital de Díli


Deklarasaun kompromisu

Ha’u, Hercus Pereira dos Santos, hakarak husu protesaun ba ha’u no ba ha’u-nia fen Zélia do Rego dos Santos husi kualker perigu ba ami nia moris fizikamente no psikolojikamente husi kualker tentativa ameasa ne’ebé maka bele mosu karik ba ami husi kualker ema ida (Bele mai husi ha’u-nia família, husi ninia família ou husi ema seluk ne’ebé sai kauza ba ami nia problema). Ami rua, nia no ha’u, tenki moris iha liberdade laran sein ameasas ba ami nia moris.

Tanba Timor-Leste nu’udar estado de direito democrático no iha respeitu ba ema nia dignidade nudar artigu 1 número 2 husi Constituição República Democrática de Timor-Leste (CRDTL).

Tanba entre objectivos husi Estado de Timor-Leste ne’ebé konsagra iha Konstituisaun iha artigu 6 maka hanesan iha aliena b) Garante no promove sidadaun sira-nia direitu fundamental no respeitu ba prinsípiu sira iha Estado de direito democrático.

Tanba Timor-Leste moos konsagra iha Konstituisaun direito ba moris (artigo 29), direito ba liberdade, segurança no integridade pessoal (artigo 30), direito ba onra no privasidade (artigo 36), família, casamento no maternidade (artigo 39),liberdade ba sirkulasaun hanesan hateten iha artigu 44 númeru 1 katak sidadaun idak-idak iha direitu atu la’o bá-mai no hela iha kualker fatin ida iha teritóri nasional.

Tanba ho hanoin moos katak Timor nia lei halo tuir direito internasional tuir artigu 9 husi ita nia konstituisaun haruka no direito fundamental iha ita-nia konstituisaun tenki interpreta tuir Declaração Universal dos Direitos Humanos. No parte importante ida husi ita-nia konstituisaun assegura maka ema hotu-hotu iha direitu atu bá tribunal hodi defende ninia direitu no interesse ne’ebé lei proteje (artigu 26 númeru 1) no la bele nega justisa tanba la iha meiu ekonómiku (artigu 26 númeru).


Tanba iha kodigu penal moos prevê katak tentativa ba halo krime kuandu iha kondisaun lori atu hamosu duni krime ida ou halo ona krime parte balu ou crime konsumadu ne’e hetan kastigu tuir artigu 24 husi kódigu penal no ema hotu-hotu iha direitu atu salva an husi kualker perigu ruma ba ninia moris tuir artigu 44 kona-ba lejítima defeza.

Tanba iha kódigu penal moos prevê atu kualker ema ida la bele estraga ema seluk nia saúde ou nia isin tuir artigu husi 145 to’o ba artigu 156. Atu la bele moos ameasa ema ida lori halo krime no hamosu ninia tauk(artigu 157), la bele moos halo sidadaun ida sai hanesan atan ba ema seluk nia interesse atu sidadaun ne’e hakarak ou lakoi la importante hahalok halo sidadaun ida sai hanesan atan ba ema seluk nia interesse ne’e krime tuir artigu 162 no bele hetan kastigu entre tinan 8 to’o tinan 20.

No ha’u iha fiar makas tebes ba kapasidade husi Ministério Publico no Polícia Nacional de Timor Lorosa’e lori halo investigasaun no knaar sira hotu atu assegura katak sidadaun hotu-hotu hetan protesaun ba nia moris no goza direitu no liberdade ne’ebé maka konsagra iha ita nia Konstituisaun ho lei oan sira hotu ne’ebé maka vigora iha ita-nia rai laran.


Os meus melhores cumprimentos,



Hercus Pereira dos Santos





Deklarasaun kompromisu ba Zélia


Díli, 1 de Setembro de 2015

Exmº Chefe Procurador Distrital de Díli


Deklarasaun kompromisu

Ha’u, Hercus Pereira dos Santos, laen-kaben Igreja Católica husi Zélia do Rego dos Santos, hakarak deklara katak ha’u prontu simu hikas ha’u-nia fen Zélia do Rego dos Santos no ha’u sei respeita nia no sei la halo kualker violénsia kontra nia biar nia isin rua tuir liafuan ne’ebé maka nia dehan mai ha’u iha Largo Lecidere bainhira ami rua nia hasoru malu depoizde ami rua nia problema.

Nia dehan katak nia isin rua no ha’u dehan ba nia katak impossível tanba ita rua la toba hamutuk depois o nia loron mai. Oinsá maka o isin rua se ita rua la toba hamutuk depois de o nia loron mai. Nia dehan katak ne’e milgare mas ha’u dehan milagre ne’e akontese de’it ba Nossa Senhora no nia hatan nia nossa senhora kedua. Nu’udar sarani no nu’udar ha’u-nia madrinha ba Nossa Senhora de Fátima por devoção ne’e ofende tebes ha’u. Ami rua diskute malu liutan iha momento ne’ebá. Iha asuntu balu tan ne’ebé maka ha’u la deklara iha karta ida-ne’e. Mas ha’u prontu atu perdua nia biar nia toba tiha ona ho mane seluk iha ami rua nia kazamentu ne’ebé ami devia fiel ba malu tuir juramentu ne’ebé maka ami halo iha sacramento matrimónia ne’ebé maka ami simu iha dia 14 de Fevereio de 2015 iha Igreja Balide.

Ha’u seidauk levanta kazu ami rua nian ba oin tanba ha’u hanoin diakliu ha’u presiza fo tempu ba nia atu nia bele hanoin ho diak-diak no iha liberdade nia laran sem preokupasaun. Fo tempu ba tempu hanesan maluk matenek na’in Timoroan ida hatete mai ha’u.

Ha’u sei prontu nafatin atu fo nia tempu ne’ebé maka nia presiza naran katak nia dehan netik buat ruma mai ha’u.

Ha’u garante katak se nia fila mai ha’u nia hela ho ha’u iha seguransa total ba nia moris. Ha’u sei la sai ameasa ba ninia moris mas pelo contrário ha’u sei hadomi no estima nia tebes tanba ha’u hadomi tebes Zélia do Rego dos Santos. Ha’u husik feto lubuk ida lori fiel no hili Zélia do Rego dos Santos. Tanba hau hadomi tebes Zélia do Rego dos Santos. Ami rua nia kazamentu konsumadu. Ou se dehan ho loloos ami rua hola malu nu’udar fen-laen antes kedas ona depois maka ami kaben iha Igreja.

Ha’u halo deklarasaun ne’e nu’udar sarani ne’ebé maka tuir ba Cristo nia hanorin perdaun nian no fiel ba Igreja Católica ho lakoi divorsiu tanba ha’u lakoi hetan descomungado husi Igreja Católica. Ha’u moos hakarak deklara ho loloos katak ha’u hadomi tebes Zélia do Rego dos Santos. Laran ne’e moras mas iha domin ne’ebé forte no nu’udar sarani ne’ebé maka metin hakarak tebes atu kontinua comunga iha ha’u-nia moris tomak ho nune’e maka hau deklara katak ha’u ho laran moos prontu perdua ha’u-nia fen ba kualker hahalok saída de’it.


Iha problema ami rua nian ne’e buat ne’ebé maka liu (nia isin rua karik) liu ona. Importante mai ha’u maka salva ami rua nia kazamentu atu ha’u la descomungado iha Igreja Católica nia laran. Se nia ho nia família la obriga ami rua kaben sedu ou katak se nia ho nia família tuir hau-nia hakarak atu ami rua kaben depoizde ami rua remata tiha ami rua nia estudu no depois maka iha fulan abríl liubá maka nia hapara ami rua nia relasaun hau sei simu totalmente no sei la preocupa tan ho nia. Hau haluhan tiha deit nia. Feto barak. Mas problema mai hau maka tanba ami rua kaben igreja ona no se nia divorsiu ho hau ne afeta tebes mai hau tanba hau la bele ona comunga. Ne todan boot ida mai hau. Nudar ema hau ema maksalak ida mas hau sempre konfesa hau nia sala sira ba amu lulik sira lori hau bele simu nafatin comunhão. Agora divorsiu implica hau la bele tan ona simu comunhão no la bele tan ona simu sacramento matrimónio. Se karik Igreja Católica permite hau simu comunhão no bele simu hikas sacramento matrimónio sei la iha impacto negativo boot mai hau.

Ha’u deklara moos katak mezmu Zelia do Rego dos Santos nafatin lakoi ona ha’u no ami rua divorsiu lori halo tuir nia hakarak, ha’u sei respeitu nafatin nia no ha’u sei la halo kualker hahalok krime kontra nia. La ameasa nia. Problema sira hotu, la’ós de’it divórsiu, sei rezolve tuir lei ne’ebé maka vigora iha ita nia rain. Tanba ita-nia rain nu’udar Estado de Direito Democrático. Buat ne’ebé hau hakarak halo maka salva nia husi hanoin ba hahalok krime ruma se karik nia isin rua (tanba dalaruma ho presaun ema nian feto isin rua bele hanoin at ba bebe) no salva moos bebe nia moris.

Kona-ba divorsiu ha’u lakoi mas se Zélia do Rego dos Santos hakarak divorsiu hau sei tuir nia hakarak no sei kabe ba nia atu halo tuir buat ne’ebé maka lei haruka iha kódigu sivil.  Timor oan hotu iha lei nia okos.

Atu informa de’it ba Ita-Boot katak liutiha ami rua divorsiu hau sei haree karik hau sei hatama keixa balu ne’ebé halai ba direito penal no Tribunal maka sei tetu no haree lori halo desizaun. Ha’u sei buka koopera ho Ministériu Públiku nu’udar titular da acção penal. Maibé se Zélia hakarak fila mai hau entaun hau sei la hatama keixa ou se karik hau hatama tiha ona maka Zélia hakarak fila fali mai hau entaun hau sei desiste. Tanba ne’e la’ós  indísiu ba krime públiku (iha krime públiku kualker sidadaun ida bele hato’o denunsia no prosesu tomak iha Ministério Público nia liman) ou katak iha indísiu nu’udar krime semi-públiku maka hau bele desiste. Iha krime públiku la iha dalan atu desiste. Timor-Leste tuir princípio presunção da inocência ho nune’e maka só Tribunal de’it maka iha kompeténsia lori julga ema ida iha sala ka la sala. Ha’u so bele dehan de’it katak iha indísiu. Mas atu krime ou la krime so Tribunal de’it maka dehan. Karik Iha kazu balu seluk hau sei levanta moos maka hau sei haree lai.

Se Zélia do Rego dos Santos fila mai ha’u entaun hau sei simu nia nafatin nu’udar fen no ha’u sei la hatama keixa. Buat hotu depende ba Zélia do Rego dos Santos. Hau hadomi tebes Zélia hau prontu perdua nia.

Ha’u halo deklarasaun ne’e ho livre vontade no ho konsiénsia tomak. Ha’u prontu atu hatan iha autoridade judicial nia oin bainhira ha’u kontra ha’u-nia kompromisu ne’e.

Deklarasaun kompromisu ne’e ha’u halo atu uza de’it lori assegura katak ha’u sei la halo krime kontra Zélia do Rego dos Santos se Zélia fila mai hau ho isin rua ou se Zélia divorsia ho hau.

Ha’u sei fó-koñesimentu moos deklarasaun kompromisu ne’e ba ha’u-nia fen Zélia do Rego dos Santos, ba Sua Excelência Dom Basílio do Nascimento, Dom Carlos Filipe Ximenes Belo, Presidente da Função Pública, Ministro Dr. Dionísio Babo no Director Nelinho Vital no mos ami nia padrinho Senhor Doutor Agio Pereira. Ha’u sei buka atu oinsá haruka moos ba Ministru Justisa Dr. Ivo Valente. Deklarasaun ne’e moos hau sei publika iha ha’u-nia blog http://hercus.blogspot.com/
Deklarasaun kompromisu ne’e bele hatun ba Ita-Boot nia elementos sira no ba Polísia Nasional Timor Lorosae atu prosesa lori sai nu’udar garantia ida ba liberdade total Zélia do Rego dos Santos nian atu nia la sinte tauk ho ha’u tanba ha’u la sai ameasa ba ninia moris. Ha’u hakruuk ba lei tanba hau rasik mos hakarak moris iha liberdade total nia laran. Ami nia problema sei rezolve tuir lei ne’ebé maka vigora iha Timor-Leste laran tanba Timor-Leste nu’udar Estado de Direito ema hotu-hotu goza direito no liberdade fundamental sira hotu.

Obrigadu wa’in ba Ita-Boot nia atensaun.


Os meus melhores cumprimentos



Hercus Pereira dos Santos


Nota: Deklarasaun ne'e ha'u hatama ohin ba Procurador Distrital de Dili ho número 1807/09/2015.